Beranda / Daerah / Struktur Pendapatan Rasional Kota Tangerang Tinggi Atau Rendah?

Struktur Pendapatan Rasional Kota Tangerang Tinggi Atau Rendah?

Tangerang. Bagi sebagian orang mungkin kritikan dianggap benci atau mengganggu, namun kami yakin ada bahkan mungkin banyak yang bijak dan menganggap bahwa kritikan adalah salah satu bentuk kepedulian atau menganggap sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan perkembangan pembangunan kearah yang jauh lebih baik.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan ( LSM MAUNG) kota Tangerang, M. Soleh seusai memenuhi undangan rapat pembahasan Koperasi Merah Putih diwilayah Kecamatan Karawaci, pada Minggu ( 4/1/2026 ).

” Mungkin sebagian OPD, Walikota dan DPRD Kota Tangerang menganggap kritikan – kritikan yang pernah kami sampaikan dianggap benci dan menggangu perkembangan pembangunan. Bila seandainya memang beranggapan demikian, itu salah besar dan perlu diluruskan “, tegas M. Soleh.

Menurut M. Soleh, kritikan adalah salah satu bentuk kepedulian dan keinginan adanya perubahan kearah yang jauh lebih baik.

” Kami mengkritisi jangan lantas dianggap oposisi dan bukan berarti kami benci. Tapi kami sangat peduli dan ingin proses pembangunan bisa bergerak kearah yang jauh lebih baik, yaitu proses pembangunan yang dirasakan secara berkeadilan. Kita seringkali menyadari, bahwa dalam proses pembangunan jarang ada yang sempurna, pasti ada saja kekurangannya. Namun jangan dijadikan alasan untuk menutupi kesalahan atau kekurangan “, tambah M. Soleh

Lebih lanjut M. Soleh menyebutkan, dengan adanya kritikan, jadi tidak terlena dan bisa lebih tahu kesalahan atau kekurangan yang kita miliki.

” Bagi seorang pemimpin yang bijaksana, tidak akan tendensi dan benci saat dikritisi. Justru sebaliknya akan mengapresiasi dan akan dijadikan evaluasi. Terlebih kritikan tersebut didasari argumentasi dan rasa tanggung jawab tinggi. Kemudian yang mengkritisi tidak bisa dituntut memberikan solusi, karena yang berwenang dan berkewajiban memberikan solusi itu adalah pemangku kebijakan tertinggi di daerah, yaitu Walikota bersama DPRD. Jadi kami tegaskan kembali, mengkritisi bukan kami benci, tapi kami peduli dengan kota kami “, pungkas M. Soleh

 

 

( AWW )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *