Beranda / Opini / ๐—ข๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ป๐—ฎ๐—ต ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ต๐—ถ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐—Ÿ๐—ฒ๐—ฏ๐—ถ๐—ต ๐— ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ถ๐—ป๐˜†๐—ฎย  ๐—•๐—ฎ๐—ต๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ถ-๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ถ…

๐—ข๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ป๐—ฎ๐—ต ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ต๐—ถ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐—Ÿ๐—ฒ๐—ฏ๐—ถ๐—ต ๐— ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ถ๐—ป๐˜†๐—ฎย  ๐—•๐—ฎ๐—ต๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ถ-๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ถ…

Oleh: Cecep Anang Hardian

Ada kenyataan pahit yang jarang dibicarakan dengan lantangโ€ฆ

Perselingkuhan bukan sekadar luka sesaat,

ia seperti pintu gelap yang ketika sekali dibuka,

akan jauh lebih mudah dibuka kembali.

๐—ž๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐—ฏ๐—ถ๐˜€๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ด๐—ถ๐˜๐˜‚?

1. Ada candu yang dirasakan otak mereka

Saat seseorang selingkuh, otak melepaskan โ€œrasa bahagia instanโ€ seperti ketika mendapat hadiah dadakan. Tubuh lama-lama mengingat sensasi ituโ€ฆ dan mulai merindukannya.

2. Kemungkinan mengulang jauh lebih besar

Bukan isapan jempol โ€” penelitian menunjukkan, orang yang pernah selingkuh berpeluang jauh lebih tinggi untuk melakukannya lagi dibanding mereka yang belum pernah sama sekali.

3. Mereka terbiasa memainkan cerita

Menutupi jejak, merangkai kebohongan, menata alibi, semua jadi keterampilan halus yang makin lama makin matang. Sampai tanpa sadar, mereka mahir hidup dengan dua wajah.

4. Rasa peduli perlahan memudar

Awalnya mungkin ada penyesalan. Tapi jika terus diulang, luka yang mereka buat pada orang lain lama-lama terasa โ€œbiasa sajaโ€ bagi mereka.

5. Dua karakter dalam satu hati

Di depan pasangan, hangat dan penuh cinta. Di belakang, dingin, penuh rahasia. Yang paling menyakitkanโ€ฆ kita tak pernah tahu mana yang asli.

6. Jejak lukanya bisa turun ke anak

Rumah yang pernah diguncang pengkhianatan, sering meninggalkan bekas pada anak-anaknya. Mereka tumbuh dengan rasa curiga, takut dikhianati, atau sulit percaya.

7. Cinta berubah makna

Yang dulu dipahami sebagai kesetiaan, kini tergeser menjadi sensasi rahasia, degup adrenalin, dan candu validasi sesaat.

8. Merasa tak akan pernah ketahuan

Keberhasilan menyembunyikan satu kebohongan, bisa menumbuhkan rasa percaya diri palsuโ€ฆ bahwa mereka โ€œaman selamanya.โ€

9. Ada pola yang susah diputus

Sering kali, ini bukan soal cinta lagi โ€” tapi tentang ego, kekosongan batin, atau haus pengakuan yang tak pernah selesai.

10. Yang hancur bukan hanya pasangannyaโ€ฆ tapi dirinya sendiri

Stres dari kepura-puraan, rasa gelisah karena menutupi semuanya, bahkan rasa bersalah yang berkarat di dalam jiwaโ€ฆ semua itu perlahan merusak mereka juga.

๐—๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ, ๐˜€๐—ฒ๐—น๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ธ๐˜‚๐—ต ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฐ๐˜‚๐—บ๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ต๐—ถ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐—ฝ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ปโ€ฆ

๐—œ๐—ฎ ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—บ๐—ผ๐—บ๐—ฒ๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐˜๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐˜€๐—ฒ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜€๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ถ๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐—ด๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ฝ ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐˜‚๐—บ๐—ฏ๐˜‚๐—ต.

Sekali pintu itu dibuka, menutupnya kembali butuh:kejujuran yang jarang dimiliki,keberanian untuk mengakui diri yang rapuh, dan proses panjang yang tidak semua orang sanggup lewati.Karena pada akhirnyaโ€ฆyang bermain api, bukan hanya membakar orang lain tapi juga dirinya sendiri.

( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *