Beranda / Nasional / Serapan 100℅ manfaat 0℅ APBD untuk rakyat atau sekedar dihabiskan

Serapan 100℅ manfaat 0℅ APBD untuk rakyat atau sekedar dihabiskan

JAKARTA — Serapan APBD yang tinggi tidak otomatis membuktikan keberhasilan sebuah OPD. Jika anggaran terserap, tetapi persoalan masyarakat tetap tidak terselesaikan, maka kinerja program patut dipertanyakan.

Cecep Anang Hardian menyebut lima indikator yang harus menjadi alarm evaluasi: target tidak tercapai, anggaran habis tetapi manfaat minim, kualitas pekerjaan buruk atau cepat rusak, persoalan yang sama terus dianggarkan, serta kegiatan terlaksana tanpa perubahan nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah harus berhenti menjadikan serapan anggaran sebagai “rapor keberhasilan”.

“Yang harus dihitung bukan hanya berapa persen anggaran habis, tetapi berapa persen persoalan rakyat selesai,” tegas Cecep.

Karena itu, setiap OPD perlu diuji berdasarkan target, kualitas, manfaat, efisiensi dan outcome. Program yang gagal harus dievaluasi, bukan sekadar kembali dianggarkan.

APBD bukan uang yang harus dihabiskan. APBD adalah uang rakyat yang harus menghasilkan perubahan.

Jika serapan mencapai 100 persen tetapi manfaat nyaris tidak terasa, publik berhak bertanya: uangnya habis untuk apa?   (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *