Beranda / Artikel / JANGAN JUAL NAMA TUHAN UNTUK MEMBELI KEPENTINGAN

JANGAN JUAL NAMA TUHAN UNTUK MEMBELI KEPENTINGAN

Oleh: Cecep Anang Hardian

Ada yang begitu lantang berbicara atas nama Tuhan, tetapi diam ketika ketidakadilan terjadi di depan matanya.

Ada yang begitu sibuk mengoreksi iman orang lain, tetapi lupa mengoreksi keserakahan dirinya sendiri.

Ada pula yang menjadikan tafsir agama sebagai kendaraan untuk mencapai kepentingan—kekuasaan, pengaruh, jabatan, bahkan keuntungan pribadi.

Di sinilah kita perlu bertanya: apakah yang sedang diperjuangkan benar-benar agama, atau kepentingan manusia yang sedang memakai pakaian agama?

Agama seharusnya membawa kedamaian. Ia mengajarkan manusia untuk jujur, adil, rendah hati, menghormati sesama, dan menjaga kehidupan.

Bukan menjadikan manusia gemar menghakimi.

Bukan menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk membenci.

Dan bukan pula menjadikan nama Tuhan sebagai stempel untuk membenarkan setiap kepentingan.

Tafsir adalah hasil pemahaman manusia. Karena itu, merasa memiliki hak mutlak atas kebenaran lalu memaksa orang lain tunduk pada tafsir sendiri adalah bentuk kesombongan yang justru bertentangan dengan semangat kerendahan hati dalam beragama.

Jangan jual nama Tuhan untuk membeli kepentingan manusia.

Sebab ketika agama diperalat, yang rusak bukan kesucian Tuhan, melainkan moral manusia yang menggunakannya.

Kita boleh berbeda dalam tafsir. Kita boleh berbeda dalam pandangan. Tetapi jangan sampai perbedaan itu menghilangkan akal sehat, kemanusiaan, dan rasa kasih terhadap sesama.

Sebab ukuran keberagamaan bukan seberapa keras seseorang meneriakkan nama Tuhan, melainkan seberapa besar kehadirannya mampu menghadirkan kedamaian dan keadilan bagi manusia.

Pada akhirnya, Tuhan tidak membutuhkan pembelaan yang penuh kebencian.Manusialah yang membutuhkan agama agar tetap menjadi manusia.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *