Beranda / Daerah / Dianggap Kurang Peduli dan Kurang Memiliki Rasa Empati, Warga Minta Kadinkes Kota Tangerang Diberikan Tindakan Tegas

Dianggap Kurang Peduli dan Kurang Memiliki Rasa Empati, Warga Minta Kadinkes Kota Tangerang Diberikan Tindakan Tegas

(Tangerang) – Seorang warga RT 03/08, Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, bernama Wawan, mengaku kecewa terhadap sikap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tangerang. Ia mendesak Wali Kota Tangerang dan Komisi II DPRD Kota Tangerang untuk memberikan teguran keras atau tindakan tegas terhadap Kadinkes yang menurutnya kurang peduli dan kurang memiliki rasa empati dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di RS Primaya Kota Tangerang.

“Sekitar sebulan lalu lalu almarhumah istri saya dibawa ke IGD RS Primaya menggunakan mobil ambulans. Kondisinya saat itu sangat memprihatinkan, tidak bisa bangun dari tempat tidur karena mengalami nyeri hebat pada bagian pinggul,” ujar Wawan di kediamannya, Senin ( 3/8/2026).

Menurut Wawan, setelah dilakukan observasi di IGD, istrinya justru diperbolehkan pulang dan tidak menjalani perawatan inap.

“Ironisnya, pihak rumah sakit hanya melakukan observasi, kemudian istri saya diperbolehkan pulang,” katanya.

Wawan mengaku saat itu sangat berharap istrinya mendapatkan perawatan inap dan penanganan intensif sambil menunggu dokter spesialis yang berwenang melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Saya sangat berharap istri saya dirawat inap terlebih dahulu dan mendapat penanganan secara intensif sambil menunggu dokter ahli datang memeriksa. Namun hal itu tidak dilakukan. Menurut saya, pihak rumah sakit terkesan kurang peduli terhadap kondisi pasien yang saat itu terlihat sangat memprihatinkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wawan mengatakan dirinya telah mencoba menyampaikan keluhan tersebut kepada Humas Dinas Kesehatan Kota Tangerang melalui WhatsApp. Namun, menurutnya, tanggapan yang diterima belum menjawab substansi persoalan yang disampaikan.

“Melalui WhatsApp saya mencoba menyampaikan kondisi tersebut kepada Humas Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Namun menurut saya tanggapannya kurang objektif. Akhirnya saya menyampaikan persoalan ini melalui pemberitaan dengan harapan Kadinkes Kota Tangerang menindaklanjutinya. Namun hingga saat ini saya belum melihat adanya langkah tegas dari Kadinkes Kota Tangerang,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Wawan meminta sekaligus mendesak Wali Kota Tangerang dan Komisi II DPRD Kota Tangerang untuk mengevaluasi serta mengambil tindakan tegas terhadap Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang apabila dinilai tidak menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan.

“Sekarang istri saya sudah almarhumah. Seandainya pada saat itu istri saya mendapatkan penanganan secara intensif, mungkin saya dan ketiga anak saya tidak harus secepat ini ditinggalkan untuk selama-lamanya. Mungkin anak-anak masih memiliki waktu lebih lama untuk bercengkerama bersama ibunya yang sangat mereka cintai,” tutur Wawan dengan nada haru.

Ia berharap peristiwa yang dialaminya dapat menjadi perhatian pemerintah daerah agar penanganan terhadap setiap pengaduan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan dilakukan secara cepat, objektif, dan transparan.

Sampai berita ini disusun, belum terdapat keterangan atau tanggapan resmi dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang terkait pernyataan dan permintaan yang disampaikan Wawan. Redaksi membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan Kode Etik Jurnalistik.

(AWW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *